Stasiun Observasi PBB Dekat Perbatasan untuk Spionase
MedanBisnis – TeheranIran mengklaim hari Rabu, sebuah stasiun PBB yang baru dibangun untuk mendeteksi ledakan nuklir sengaja ditempatkan dekat perbatasannya agar kekuatan-kekuatan dunia dapat memata-matai negeri itu, suatu tuduhan yang menggaris-bawahi semakin meruncingnya hubungan Teheran dengan Barat.
Pembangunannya selesai minggu lalu di stasiun pemantauan seismik di negeri tetangga Turkmenistan, beberapa mil dari perbatasan Iran. Stasiun ini merupakan satu dari lebih kurang 275 fasilitas sejenis yang beroperasi di seluruh dunia untuk mendeteksi kegiatan seismic akibat ledakan uji coba nuklir – seperti yang dilakukan dalam beberapa tahun belakangan ini oleh Korea Utara,
Iran memprotes fasilitas itu meski pihaknya menegaskan Iran tidak akan membuat senjata nuklir. Teheran terus melawan tekanan berat dalam beberapa bulan terakhir untuk menandatangani rencana dukungan PBB yang ditujukan untuk menghentikan sesuatu usaha membuat senjata atom.
Abolfazl Zohrehvand, seorang penasihat perunding nuklir Iran Saeed Jalili, mengatakan kesepakatan internasional yang mengizjinkan didirikannya stasiun pengamatan seperti ini adalah suatu “kesepakatan spionase.”
“Dengan diungkapkannya identitas stasiun-stasiun semacam ini, maka jelaslah kegiatan salah satunya (di Turkmenistan) adalah untuk memonitor Iran,” ujar Zohrehvand kepada kantor berita resmi Iran, IRNA.
Komisi PBB yang berusaha melarang semua bentuk uji coba nuklir mengatakan keputusan untuk mendirikan stasiun dibuat lebih dari satu dekade yang lalu dengan melibatkan pihak Iran. Sudah ada tiga stasiun sejenis di wilayah Iran sendiri – di Teheran dan di selatan kota Shushtar dan Kerman, demikian menurut komisi itu.
Saling Curiga Makin Mendalam
Jaringan sensor yang memonitor ledakan nuklir di seluruh dunia, bukan di negara tertentu, kata Annika Thunborg, seorang jubir Komisi Persiapan Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization yang berkedudukan di Wina, atau CTBTO. Ia mengatakan fasilitas baru itu tidak ada kaitannya dengan program Iran.
“Pembangunan stasiun tidak ada kena mengena dengan laporan akhir-akhir ini mengenai Iran,” ujar Thunborg. “Iran adalah negara anggota CTBTO, bersama dengan 181 negara lainnya, dan ikut dalam keputusan-keputusan yang dibuat oleh CTBTO.”
CTBTO mengumumkan pekan lalu di situsnya, stasiun peringatan nuklir baru telah didirikan di antara Gurun Karakum di Turkmenistan dan kawasan pegunungan Kopet. Stasiun ini kini sudah rampung dibangun dan kini sedang menjalani uji coba.
Tetapi Zohrehvand dari Iran mengatakan CTBTO adalah sebuah “perjanjian keamanan dan spionase, bahkan lebih membahayakan” daripada protocol tambahan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, yang mengijinkan inspeksi mendadak atas fasilitas-fasilitas nuklir di negara-negara anggota tertentu. Iran adalah anggota CTBTO dan NPT.
AS dan beberapa sekutunya mencurigai program nuklir Iran sebagai kedok untuk membuat senjata nuklir secara rahasia. Iran telah membantah tuduhan itu dan mengatakan programnya dimaksudkan untuk membangkitkan tenaga listrik.
Iran dan Barat menghadapi jalan buntu atas usulan PBB agar Teheran mengirim sebagian besar uraniumnya yang sudah diperkaya ke luar negeri. Uranium yang diperkaya ke tingkat rendah dapat dipakai sebagai bahan baker nuklir tetapi yang diperkaya ke tingkat yang lebih tinggi, dapat dipakai sebagai bahan sebuah bom nuklir.
Usul PBB itu bertujuan untuk secara drastic mengurangi timbunan uranium yang diperkaya dengan harapan dapat menghambat kemampuan Iran membuat sebuah senjata nuklir. Sejauh ini, Iran menolak tawaran itu dan malah mengumumkan pihaknya bermaksud membangun 10 fasilitas pengayaan uranium baru. Pernyataan itu mengundang kecaman keras dari badan pengawas nuklir PBB.
Thunborg membantah pemikiran bahwa stasiun baru itu secara khusus difokuskan pada Iran, dengan mengatakan penempatan sebuah stasiun khusus tidak ada kaitannya dengan lokasi sebuah uji coba yang dideteksinya. Ia menunjukkan uji coba nuklir Korea Utara pada bulan Mei 2009 dan ditahu 2006. Sistem CTBTO mendeteksi gelombang seismis dari ledakan. (ap)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar